Seperti biasa pagi ini setelah selesai sarapan Ervin mengantarkan Bitha ke rumah sakit. Sudah satu bulan ini kebiasaan antar jemput ini berlangsung, dan dua hari ini adalah saat-saat terakhir karena lusa siang Ervin sudah kembali ke Melbourne. "Kamu tidak apa-apa kalau aku pulang lusa?" pancing Ervin, dia masih berharap Bitha menahannya dan berubah pikiran tentang kelanjutan hubungan mereka. "Ya tidak apa-apa, itu kan demi masa depan kamu juga," jawab Bitha. Ervin tersenyum, tapi bukan senyum yang baik-baik saja, ada rasa kecewa sedikit, walau dari kemarin-kemarin dia sudah tahu tipikal gadis yang dia cintai ini ya seperti ini. "Lagi pula kan kemarin itu hampir satu tahun kita berjauhan, buktinya walau kita dalam jarak yang jauh, tapi kita bisa mempertahankan pertemanan. Apalagi sekara

