"Awas jat..." "Hwaaaaaa...." Belum sempat kalimat Juna selesai diucapkan, Bayu sudah jatuh duluan di atas rerumputan. Dia menangis dan mengundang perhatian orang disekitar karena tangisnya sangat keras. Banyu yang duduk disebelah Juna hanya menunjuk saudara kembarnya yang sedang menangis itu, mungkin dia mau bilang kalau kakaknya hanya kaget dan malu, tapi sebenarnya tidak ada yang sakit. Sophi melarang Juna untuk membantunya berdiri. "Ayo jagoanku, kamu bisa bangun sendiri dan setelah itu peluk mommy, semua baik - baik saja, tidak ada yang menertawakanmu, ayo anak hebat ... bangun." Kalimat bujukan Sophi memang ampuh, Bayu berdiri walau tetap saja menangis, setelahnya dia berlari lagi kearah mommy-nya dan menagih pelukan yang dijanjikan. "Anak pintar ... sakit ya? Tidak apa - apa ...

