Hari yang di nanti-nanti oleh Pasha dan Yaya pun tiba, setelah sebulan berlalu, akhirnya hari istimewa pun tiba. Rafiq dan Septi sebagai orang tua Yaya tidak bisa menahan rasa haru, beberapa jam lagi akan mengantarkan anak pertamanya menuju kehidupan yang baru, menjadi istri dari Pasha. Sejak tadi Septi menitikkan air matanya, antara sedih dan bahagia. Apalagi saat menatap Yaya sudah terlihat amat cantik dengan balutan kebaya putih yang dipadu dengan kain songket. Untuk rambutnya ditata sanggul menggunakan sunting serta berpadu dengan ronceng bunga melati. “Masya Allah, anak Ibu sudah dewasa, dan akan menjadi seorang istri,” ujar Septi sembari mengusap ujung matanya dengan tisu. Mata Yaya pun tampak berbinar-binar, ia sendiri pun tidak menyangka bisa sampai di titik ini. Meskipun jalann

