Cahaya mentari pagi perlahan menyelinap masuk melalui celah tirai tipis di villa kayu yang mengapung di atas laut biru Raja Ampat. Sinar keemasan itu menyapu lembut setiap sudut kamar, memantulkan kilauan hangat di lantai kayu yang mengkilap. Di atas ranjang berkanopi putih yang dihiasi kelopak mawar semalam, Yaya masih terlelap, menyembunyikan wajahnya di d**a bidang suaminya. Selimut tebal berwarna krem membungkus tubuh mereka, melindungi dari sejuknya angin laut yang berembus pelan. Pasha sudah terjaga sejak beberapa menit lalu, tetapi ia enggan bergerak. Matanya menatap wajah Yaya yang tertidur dengan damai, napasnya teratur, bibir mungilnya sedikit terbuka. Rambut panjang Yaya terurai berantakan di atas bantal, membuatnya terlihat semakin memikat. Pasha tersenyum kecil, mengusap lemb

