Frans DiJepang.

1095 Words

Raffa merasa senang dan lega akhirnya bisa kembali memeluk Vanesha seperti ini, tapi kemudian dia ambruk karena tubuhnya terlalu memaksakan diri. “Raffa!” Vanesha kaget karena tiba-tiba Raffa terkulai di bahunya. Raffa buru-buru bangun dan tersenyum, namun dia tampak menahan sakit dengan wajah pucat dan berkeringat dingin. “A-aku tidak apa-apa!” ucapnya, namun sedetik kemudian dia terbatuk hebat dan mengeluarkan darah. “RAFFA!” Vanesha memekik melihatnya, segera dia berteriak panik meminta pertolongan. Hideko dan Minato segera datang tergopoh-gopoh, mereka pun terkejut melihat kondisi Raffa. Yuriko yang masih ada di sana ikut kaget karenanya. “Baringkan dia!” perintah Minato. Mereka pun membaringkan Raffa secara perlahan, laki-laki itu menggigil seperti kedinginan dan tubuhnya kemb

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD