Kalau soal bijak, Ibra memang tidak pernah mengecewakan. Setelah pembicaraan panjang lebar, juga jaminan dari papa Biru akhirnya Anna pun luluh. Dia tidak punya pilihan, selain menuruti ajakan mereka untuk tinggal di kediaman keluarga Lin. Bukan hanya karena keadaan di luar sekarang tidak aman, tapi juga tidak enak hati merepotkan mereka yang selama dua bulan menjaganya. Soal pernikahan, orang tua Biru juga memberikan waktu untuk berpikir. Paham, kelakuan anaknya sendiri yang membuat Anna sampai ragu mempercayakan masa depannya. Bagi mereka, terpenting bisa menjaga dan memastikan keselamatan Anna juga cucunya. Lainnya nanti dipikir belakangan. Jujur … kalau anak perempuan mereka yang di posisi Anna, mereka juga pasti akan berpikir seribu kali menikahkan dengan pria berkelakuan sebrengsek

