Qeela tak menyangka jika dia akan diajak ke butik baju pengantin oleh Alvin, dia langsung gugup jadinya. "Eh, Mas? Mau apa kesini?" tanyanya. Alvin tersenyum geli dengan pertanyaan Qeela yang ambigu. "Mau beli sayur," ujarnya sengaja menggoda, Qeela mendengus seraya memalingkan wajahnya yang merah merona. Alvin tertawa gemas. "Ya, aku mau kamu lihat sendiri baju pengantinnya, Sayang!" katanya. Qeela mengerjap, matanya berbinar melihat beberapa contoh gaun pengantin yang terpajang di etalase butik itu. Hanya saja lalu matanya sedikit meredup karena contoh yang ada memiliki potongan leher dan d**a yang terbuka. Alvin mengerti dengan isi pikiran Qeela, dia lalu meraih tangan Qeela dan mengajaknya memasuki butik itu. Mereka disambut oleh pemilik butik yang merupakan sepupu Alvin, yang t

