Syila Depresi 2

1041 Words

"Ya Allah, SYILAAA." Dari kejauhan mata tua itu melihat putri tercintanya sedang berdiri memegang jeruji jendela dengan tatapan kosong. Mira langsung berlari masuk ke dalam kamar dan meraung-ruang memeluki putrinya. "Apa yang terjadi sama kamu, Nak," desisnya dalam isak tangis. "Ya Allah, ya Rob! Kenapa putriku jadi seperti ini!" Mira mengusap kepala Syila berulang dan memeluknya kembali. "Syila, Sayang. Ini mama, Nak. Kamu kenapa bisa jadi seperti ini?" tanya Mira. Tapi yang di ajak bicara diam seribu bahasa. Tatapannya kosong. Raut wajahnya datar. Matanya sayu. Mira kembali terisak, miris melihat kondisi Syila saat ini. Adnan di ambang pintu sampai tidak dapat menahan air matanya, matanya berkaca-kaca. Tangannya menyeka air mata yang turun di sudut matanya. Sebagai pria sejati pant

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD