Ayo Sayang

2753 Words

Rainer bertumpu dengan tangan kanannya. Sementara tangan kirinya mengelus lembut paha Lily, saliva ditelannya dengan susah payah. Sudah tidak sabar lagi rasanya. Rainer menarik perlahan gaun tidur Lily, sementara si pemilik gaun nampak terlihat pucat dan gugup. "Aku sudah menunggu saat-saat ini sayang," bisik Rainer dengan suara yang parau, di tengah hasratnya yang menggebu-gebu. Tak bisa berkutik dan tak dapat lagi melarikan diri. Sepertinya, Lily harus pasrah menerima perlakuan yang masih membayanginya. Kalaupun menolak, apa Rainer akan marah kepadanya? Lily menggigit bibir bawahnya dengan mata yang terpejam. Saat tangan Rainer sibuk memberikan sentuhan yang membuatnya merinding hebat. Rainer tersenyum dengan lebar. Tak ada gesture penolakan. Hanya tubuh mungil Lily saja yang seper

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD