Sebuah Keinginan yang Diwujudkan

1607 Words

Malam hari. Di dalam ruangan tempat Rainer dirawat saat ini. Robin duduk termenung, sambil memandangi putra sulungnya tersebut. Wajahnya terlihat begitu pucat. Tubuhnya yang biasa kekar berisi kini nampak kurus. Kedua kelopak matanya mengatup dengan napas terengah. Sementara itu, di sisi lainnya nampak sang menantu yang terlelap pada ranjang lainnya, di sisi putranya tersebut. Baru akan beranjak dan pergi keluar dari ruangan, untuk sekedar menghirup udara segar. Tiba-tiba saja, sebuah suara menghentikan langkah kakinya. "Pa...," Robin menoleh dan pergi ke sisi, dimana Rainer terbaring lemah saat ini. "Ya? Ada apa? Kamu ingin ke kamar kecil? Atau haus?" tanya Robin. "Rai ingin Mama." Satu kalimat yang membuat jantung Robin seakan tersentak. "Rai cuma ingin lihat, Mama. Kalaupun

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD