97. Pertemuan di Balik Amnesia

1028 Words

Saat Byantara tiba di perusahaan, langkahnya baru saja memasuki lobi, Budi yang kebetulan juga baru datang, langsung menghampirinya. Wajah asistennya itu tampak serius, seolah membawa kabar yang tidak bisa ditunda. “Pak Byan,” panggil Budi pelan sambil berjalan sejajar. “Bu Dewi datang kemaren pagi.” Langkah Byantara terhenti sesaat. Ia menghela napas panjang, ekspresinya tetap tenang, namun sorot matanya mengeras. “Dia ke sini lagi?” tanyanya singkat. “Iya, Pak. Seperti biasa, menanyakan Bapak. Saya sudah sampaikan kalau kontraknya hampir selesai dan Bapak tidak ada di tempat, tapi sepertinya dia belum bisa menerima.” Byantara mengangguk pelan. Bukan terkejut, lebih kepada sudah menduga. Dewi memang bukan tipe perempuan yang mudah menyerah, apalagi jika menyangkut harga diri dan pera

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD