79. Namaku Hilang dari Ingatannya

1186 Words

Byantara berdiri di hadapan Sarah dengan kepala tertunduk. Wajahnya suram, matanya sembab-bukan hanya karena kurang tidur, tapi karena rasa bersalah yang menyesakkan d**a. “Maafkan saya, Bu…,” ucapnya akhirnya, suaranya serak dan nyaris tak terdengar. “Semua ini terjadi karena kesalahan saya. Kalau saja saya jujur sejak awal… kalau saja saya lebih tegas menjaga jarak dari masa lalu… Meylin tidak akan sampai seperti ini.” Sarah tidak langsung menjawab. Ia hanya menghela napas panjang, napas seorang ibu yang hatinya ikut remuk melihat anaknya terbaring tidak berdaya. Matanya menatap ke arah pintu ruang perawatan, seolah ingin memastikan Meylin benar-benar ada di sana, masih bernapas, masih diberi kesempatan oleh Tuhan. “Menyesal itu penting, Byan,” ujar Sarah akhirnya, tenang namun dala

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD