Dia mirip

1560 Words

Tania merasa sangat lega ketika ia telah menerima telepon dari Fenti, tapi tetap saja ia merasa sangat lelah dengan semua yang terjadi akhir-akhir ini, hingga membuatnya tidak telalu bergaul dengan orang-orang Desa ini. Apalagi orang-orang di Desa ini ternyata mengetahui siapa dirinya dan pantas saja, ketika ia berkunjung ke Desa semua mata menatap kearahnya. Saat ini Tania sedang mengemas pakaiannya dan siang ini, ia memang berencana akan pulang ke Jakarta dengan menggunakan pesawat. Yeyen menatap Tania dengan sendu dan sebenarnya ia ingin melarang putrinya ini pergi ke Jakarta. "Nak kenapa mesti ke Jakarta lagi, kamu tinggal disini saja sama Bapak dan Ibu Nak!" Pinta Yeyen menatap Tania dengan sendu, membuat Tania menghentikan gerakannya. "Kalau Tania terus saja menghindar Bu, na

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD