"...Saya, Bastian Elvano Pradipta, mengambil engkau, Aira Wiranata, menjadi istriku yang sah. Saya berjanji, di hadapan Tuhan dan semesta, bahwa mulai detik ini tidak ada lagi 'aku' yang egois. Hanya ada kita." Suara Bastian bergetar, namun matanya memancarkan keyakinan yang tak tergoyahkan. Dia menatap Aira seolah wanita itu adalah satu-satunya sumber cahaya di dunia ini. "Saya berjanji akan menjadi perisaimu saat dunia menyerang. Saya berjanji akan menjadi kakimu saat kau lelah berjalan. Saya berjanji tidak akan membiarkanmu kelaparan, kedinginan, atau kesepian lagi." Bastian menarik napas dalam, menahan air matanya yang mendesak keluar. "Masa lalumu yang kelam, sakitmu, dan air matamu, saya ambil alih sebagai milik saya. Dan sebagai gantinya, saya serahkan seluruh hidup, napas, dan

