Setelah mengikuti Kansa masuk ke dalam kamar, dengan segera Sultan menutup daun pintu, kemudian menguncinya. Kansa menoleh ketika mendengar suara pintu tertutup diikuti suara anak kunci diputar dua kali. Ayunan kaki wanita itu sudah berhenti. Sultan berbalik lalu melanjutkan langkah kakinya. Pria itu tersenyum lebar kala bertemu tatap dengan sang istri. “Apaan?" tanya Kansa melihat ekspresi tengil sang suami. “Waktunya kerja, Sayang.” Kansa mengerjap lalu berdehem. Paham arti kata ‘kerja’ yang diucapkan pria yang kini melangkah mendekatinya. “Aku mau–” Kansa tidak bisa menyelesaikan kalimatnya saat Sultan yang sudah tiba di depannya, langsung meraih pinggangnya lalu menarik hingga tubuh mereka menempel. Sepasang bibir wanita itu terbelah, membuat orang yang menatap menelan ludah susa

