Sultan membelokkan langkah, masuk ke dalam ruang makan diikuti oleh Sumi. “Selamat pagi, bidadariku,” sapa Sultan melihat sang istri sedang meletakkan piring ke atas meja. Pria itu tersenyum begitu Kansa mengangkat kepala lalu menoleh ke arahnya. “Bidadari kuuuh juga.” Raja tidak mau kalah memuji sang momi. Kansa tertawa. “Momi jadi malu. Nanti Momi ditertawakan bidadari sungguhan.” “Siapa bilang momi bidadari palsu? Momi bidadari sungguhan kita. Iya, kan, Raja?” “I-yahhh. Momi bidadari Raja dan daddy.” Raja menggerakkan kepala turun naik beberapa kali. Membenarkan apa yang sang daddy sampaikan. “Tuh, Sayang. Dengar kata Raja, kan?" Sultan tersenyum. "Sekarang kita harus memberi bidadari kita ciuman, Raja.” Sultan berderap memutari meja untuk menghampiri sang istri yang kini sudah mem

