“Cie … cie … Nindya.” Teman-teman Raja langsung menggoda teman perempuannya tersebut. Sementara Raja sudah setengah berlari. Tidak membiarkan dua adiknya berjalan terlalu jauh. Raja langsung mengambil alih tangan Queena dari sang adik–Kaisar. Anak itu menggandeng Queena. Berjalan bersama kedua adiknya ke arah sang momi berdiri menunggu. “Bang Kai sekarang tidak mau dipanggil bang Kai, Bang Raja.” Raja menoleh, lalu tertawa. Membuat Kaisar langsung memukul sang kakak sementara Queena mengernyit. Masih belum paham. “Makanya, sudah dibilangin jangan suka ikut-ikutan minta dipanggil abang. Bang Kai itu … ughh, bau, Kai,” canda Raja menggoda sang adik. Melihat adiknya itu mengangkat tangan kanan, Raja melepas genggaman tangan Queena kemudian berlari. “Awas kamu, Bang Raja!” Kaisar mengeja

