“Bohong,” jawab Juna seraya mengulum kedua bibir saat melihat perubahan drastis ekspresi wajah Mariana. “Katanya tadi suruh bohong kalau kamu tanya soal cantik,” goda Juna. Ah, mood nya mulai membaik. Juna rasa hidupnya memang akan berwarna bersama Mariana. "Bercanda, Mariana. Kamu memang cantik." Akhirnya Juna tidak tega juga melihat wajah sedih Mariana. "Nanti bohong lagi." "Tidak." "Beneran?" Dengan cepat wajah sedih itu berubah berbinar begitu melihat kepala Juna mengangguk. "Boleh peluk, Bang?" tanya Mariana yang langsung mengangkat pant*tnya. Namun, dua detik kemudian wanita itu urung beranjak begitu mendengar penolakan Juna. "Kamu jangan sembarang suka minta peluk orang." "Kan mintanya sama calon suami." "Saya mengingatkanmu, Mariana. Jangan gampang minta peluk orang. Kalau k

