Mariana & Juna--Happy Ending (FINAL)-2

718 Words

“Astaga.” Juna menatap tak percaya perempuan yang masih bertahan berbaring miring itu. Padahal dia justru kasihan melihat Mariana masih mengantuk. Apa salahnya menunda malam pertama? Besok pun akan tetap dikatakan malam pertama mereka belah duren. “Benar, kan? Abang tidak cinta sama Adek, makanya Abang mau melarikan diri.” “Bukan begitu.” Juna mendesah. “Baiklah. Jangan salahkan saya.” “Sudah sah, jangan ngomong saya lagi kenapa? Abang gitu.” Juna tidak menyahut. Pria itu melangkah menuju ranjang. Mariana berdehem. Matanya mulai bisa terbuka sekarang. Darahnya terasa mengalir dengan cepat, seiring ayunan kaki Juna yang semakin mendekat. Marina memperhatikan Juna dari atas. Rambut setengah basah yang masih acak-acakkan. Wajahnya segar karena habis mandi, lalu dadanya sedikit terlihat

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD