Bab 148.-1

730 Words

“Namanya Raja. Bukan cuma Sultan loh, apalagi Punggawa. Anak itu namanya … Ra-ja.” Mariana menegaskan nama anak yang dilihatnya mirip dengan sang kakak. Sultan diam menatap adiknya. “Beneran, Bang. Aku tidak berbohong. Anak itu lebih pantas jadi anak Abang, dibanding anak si bule. Tidak ada mirip-miripnya sama si bule. Padahal bule nya ganteng. Coba kalau mirip di bule, pasti anak itu tambah cakep.” Melihat sang kakak mendelik, Mariana melanjutkan. “Kalau tidak percaya, tanya saja sama Mama.” Mariana mencari dukungan. Gadis yang sebentar lagi akan lulus kuliah itu memutar kepala ke arah sang mama. “Iya, kan, Ma? Anak itu mirip banget sama bang Sultan kecil.” Marita mengalihkan pandangan ketika Sultan menatapnya. Marita melotot pada sang putri. “Kamu itu sakit, tapi, kok ya masih ngoceh

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD