Bab 151.-2

732 Words

“Iya, yang itu, Pak. Dia masih belum sadar sampai kemarin.” Sipir junior itu menambahkan informasi. “Tunggu … tunggu, maksudnya, pak Ahmad sekarang ada di rumah sakit? Dia kena serangan jantung, begitu?” tanya beruntun Sultan. Sultan menatap petugas lapas bergantian dengan sepasang mata terbuka lebih besar. “Maaf, Pak. Kami tadi lupa. Benar. Saat ini pak Ahmad sedang dirawat di rumah sakit. Dia koma.” “Rumah sakit mana?” Jantung Sultan berdegup sangat kencang. Jangan bilang pria tua malang itu sekarang berada di rumah sakit yang sama dengan tempat adiknya dirawat. Sultan merasakan tarikan dan hembusan napasnya meningkat beberapa kali lipat. Kata-kata pak Dar yang mengatakan seperti melihat Kansa dan ibunya melintas. Jangan bilang … jangan bilang …. Gedoran di dalam dadanya semakin kua

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD