“Jadi, saya harus punya surat izin itu supaya bisa menjenguk pak Ahmad ke dalam?” “Benar, Pak.” Sultan menahan lidah yang sudah akan mengeluarkan suara decakan. Dalam hati mengumpat tiga petugas lapas yang ditemuinya tadi. Kenapa tidak ada yang memberitahu dia harus mendapatkan surat izin dari kepala lapas untuk bisa sekedar melihat Ahmad? “Lalu, saya harus ke lapas lagi untuk bisa mendapatkan surat itu?” “Benar, Pak. Atau, kalau mau bisa saya bantu. Besok Bapak bisa ke sini. Saya minta kartu nama bapak, biar bisa saya berikan pada kepala lapas.” “Di dalam benar-benar tidak ada keluarga pak Ahmad?” Sultan ingin memastikan sekali lagi. Sungguh, Sultan berharap akan mendengar jawaban yang berbeda. Akan tetapi, jawaban dari petugas lapas itu membuat harapan yang sudah sempat melayang, ja

