Bab 159.-1

709 Words

“Aku tetap ingin bercerai.” “Mari kita bercerai.” Kansa menahan susah payah sepasang matanya untuk tetap terpaut dengan mata pria yang masih berstatus sebagai suaminya. Melihat bagaimana air mata pria itu turun, yang dibiarkan oleh sang pemilik membasahi wajahnya, hati Kansa bergetar hebat. Sepasang suami istri itu berdiri berhadapan, tak jauh dari pintu ruang rawat Ahmad yang tertutup. Dua orang yang memiliki dua keinginan berbeda. Satu orang ingin bercerai, sementara yang lain tidak menginginkan perceraian. Siapa dari keduanya yang akan berhasil mendapatkan keinginannya? Kansa, atau … Sultan? “Berapa kalipun kamu menginginkan perceraian, aku tidak akan pernah melakukannya. Selamanya kamu akan menjadi istriku. Suka atau tidak.” Bulir bening itu kembali turun. Sepasang mata basah dan

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD