“Pakde menanyakan Raja.” “Ra—” Sumi buru-buru menghentikan kalimatnya. Wanita itu menarik pelan namun panjang napasnya. “Kansa, sebaiknya kalian berdua bicara. Karena sekarang kalian bertemu, selesaikan masalah kalian secepatnya. Biar kalian bisa tenang.” Sultan menoleh. Pria itu menatap Kansa yang kebetulan juga sudah menggulir bola mata ke arahnya, hingga mereka langsung beradu pandang. Kansa mengedip. Memutus pautan mata mereka. “Iya, nanti kami bicara.” Kansa menjawab. Membuat sang ibu menggerakkan kepala turun naik dua kali. Mereka kemudian kembali fokus pada Ahmad. Ahmad sekali lagi menggerakkan bibir keringnya. Pria tua itu sekali lagi menyebut nama Raja tanpa suara. Dia ingin melihat Raja sekarang juga. Tidak mau membicarakan Raja di depan Sultan, Kansa akhirnya beranjak berdi

