Kembali berada di bawah atap yang sama. Sultan berharap bisa mengambil hati istrinya secepatnya. Satu tahun terlalu lama. Meskipun ia mengatakan akan sabar menunggu, itu hanya mudah diucapkan di mulut saja. Pada kenyataannya—melihat wanita itu berada di dapur, tampak sibuk mengolah makanan, Sultan ingin sekali berlari lalu memeluk sosok itu. Sultan harus memasukkan oksigen sebanyak mungkin, lalu menghembus perlahan karbondioksida dari celah bibir yang terbuka. Sudah sangat lama ia merindukan pemandangan di depannya. Sudah banyak waktu terbuang. Dan sekarang dia harus secepat mungkin mengembalikan keadaan seperti saat sebelum istrinya pergi. Hari-hari bahagia yang terasa begitu singkat itu ingin ia miliki selamanya. Sultan menghela napas. “Permisi, Pak.” Sultan berjingkat kaget. Memutar

