“Tunggu sebentar,” Kansa bersuara setelah kembali terdengar bunyi bel. Wanita itu mempercepat ayunan kakinya. Kansa tidak langsung membuka pintu. Kansa lebih dulu membuka sedikit kain gorden untuk melihat ke luar rumah. Dan betapa terkejutnya Kansa melihat siapa yang sedang berdiri di depan pintu rumahnya. Kansa sempat terdiam beberapa detik, sebelum akhirnya memutar anak kunci, lalu menarik gagang pintu. “Assalamu’alaikum, Mbak.” Mariana tersenyum lebar melihat wajah terkejut sang kakak ipar. “Oh. Wa’alaikum salam.” Kansa menggeser tatapan matanya ke samping. Menatap kedua orang tua Sultan bergantian. Kansa mengerjap. “Boleh kami masuk, Kansa? Di luar dingin,” ujar Bagus Atmadja ketika melihat Kansa diam menatapnya. Dia tidak berbohong. Udara di luar memang dingin. “Oh … silahkan.” K

