“Cepat, Pak. Jangan sampai bu Kansa berubah pikiran.” Sultan yang belum bisa menghilangkan rasa terkejutnya itu segera melangkah masuk ke dalam ruang kerjanya. Dia tidak sedang bermimpi, kan? Atau jangan-jangan dia hanya sedang berhalusinasi? Ardian tersenyum. Pria itu menarik langkah ke depan hanya untuk meraih gagang pintu, kemudian menariknya hingga pintu ruangan tertutup. Memberikan waktu bagi sang atasan melepas rindu dengan sang istri. Ardian yang selalu menemani Sultan itu sangat paham seberapa besar cinta atasannya pada sang istri. Dari cerita sang atasan, dia tahu pria itu sangat mendambakan waktu ini datang. Saat pada akhirnya sang istri kembali. Semoga saja kali ini Kansa kembali untuk selamanya. Dengan begitu, hidupnya akan sedikit lebih santai. Tidak seperti 5 bulan terak

