Bab 99.-3

788 Words

“Eh … siapa bilang tidak penting? Penting dong buat foto sebelum pakai toga. Um … kamu datang sama siapa?" Kansa tersenyum. Dia sebenarnya tahu arah pembicaraan Niken. “Ibu.” “Trus siapa lagi?” Mendengar pertanyaan Niken, Kansa semakin yakin dia tidak salah menebak. Namun Kansa harus membuat Niken kecewa dengan menjawab. “Sama … kamu, kan?” “Ya ampun … maksudku dari rumah, Kansa.” “Sama ibu. Udah. Pakde kan masih di tahanan.” Kansa jadi sedih begitu mengingat dimana keberadaan pakdenya sekarang. Hal ini juga yang membuat Kansa semakin berat menerima Sultan. Karena Sultan dan keluarganya yang membuat pakdenya harus mendekam di dalam penjara. Hela napas panjang Kansa lakukan. Melihat Sultan berjalan ke arahnya, buru-buru Kansa mengakhiri sambungan dengan sang teman. “Niken, aku tutup d

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD