Bab 102.-3

672 Words

Sultan berhenti di depan sang istri. Dengan senyum yang belum menghilang dari wajahnya, pria itu mengulurkan buket bunga di tangannya sambil berkata. “Selamat, Sayang … sudah jadi sarjana.” Kansa menerima buket bunga tersebut. “Terima kasih,” jawabnya sambil tersenyum kecil. Kansa merasakan tubuhnya ditarik pelan oleh Sultan, lalu ia bisa merasakan hangat pelukan pria tersebut. Kansa tidak membalas pelukan Sultan. Hanya membiarkan pria itu melakukan apa yang ingin dilakukan. Menerima beberapa kali kecupan di puncak kepala. “Maaf karena aku tidak bisa ada di sana. Harusnya aku melihatmu saat menerima ijazah yang sudah kamu perjuangan beberapa tahun ini,” kata Sultan sebelum melepas pelukan. Sedikit meneleng, Sultan memperhatikan wajah segar Kansa yang baru saja mandi. Aroma wangi menguar

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD