Bab 103.-2

715 Words

Kansa terdiam. “Kalung itu tidak akan melukai lehermu.” “Baiklah. Aku tidak akan melepasnya.” Akhirnya, untuk yang kesekian kalinya Kansa mengalah. Dia harus menekan egonya. Tidak apa-apa mengalah sekali lagi, dibanding kembali berdebat tanpa akhir dengan Sultan. Kansa menarik sudut bibirnya. Kali ini senyumnya sedikit lebih lebar hingga berhasil menular pada orang yang melihatnya. Sultan tersenyum. Dua tangan pria itu terangkat ke lengan atas Kansa. Sultan sedikit menunduk. “Terima kasih,” katanya dengan tulus. Beberapa detik beradu tatap dengan istrinya, Sultan kemudian menarik pelan tubuh sang istri hingga kaki Kansa bergerak ke depan. Pria itu menghapus sisa jarak yang tersisa. Menyatukan tubuh mereka, memeluk erat sang istri. Senyum masih mengembang di wajah pria itu. Sultan m

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD