Bab 105.-2

717 Words

“Ya sudah … suruh masuk.” “Baik, Pak.” Sultan tidak mungkin langsung mengusir tamunya kali ini. Dia tidak ingin membuat drama pagi-pagi. Baru juga pukul sepuluh pagi, dia sudah harus menghadapi masalah. Sialan memang. Sambil mengembalikan gagang telepon ke pesawatnya, sepasang mata pria tersebut terarah ke pintu. Tak perlu menunggu hingga menit berlalu, daun pintu itu terkuak dari luar. Lalu setelah itu, Sultan bisa melihat sosok perempuan yang sudah beberapa bulan tidak pernah ia temui. Saat ia terakhir menyambangi rumah orang tuanya pun, ia tidak bertemu dengan perempuan tersebut. Sepasang mata Sultan menyipit. Ada yang tak biasa dengan Nabila. Sultan menarik pelan, namun panjang napasnya. “Ada apa ke sini?" tanya ketus pria tersebut. Bola matanya bergerak mengikuti pergerakan Nabi

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD