“Apa maksudmu keluar dari dewan direksi Atmadja?” marah Pramu Atmadja begitu mendengar sang cucu kesayangan mengundurkan diri dari dewan direksi Atmadja. Itu artinya Sultan tidak akan ikut dalam pengelolaan perusahaan lagi. Melepas kursi yang sudah ia siapkan untuknya. “Maafkan aku, Kek. Tapi aku tidak bisa konsentrasi mengurus perusahaanku sendiri, perusahaan Atmadja dan mencari istriku. Aku harus melepas salah satu. Aku rasa papa masih bisa membantu Kakek. Kalian akan baik-baik saja tanpa aku.” Sultan sudah memikirkannya. Dia akan lebih fokus mencari istrinya. Sekarang dia paham kalimat yang sering dikatakan oleh Kansa. Perempuan itu tidak sama seperti kebanyakan perempuan di luar sana yang akan silau dengan harta. Ternyata harta memang tidak lebih berharga dari perempuan itu. Sekaran

