Bab 119.-2

707 Words

“Orangku sudah menghapus semua berita tentang kakek. Semoga saja besok keadaan lebih baik.” Sultan memutar sedikit kepalanya ketika melihat layar ponselnya menyala. Tidak ada suara yang terdengar ketika satu pesan itu masuk, karena sang pemilik ponsel mensetting mode diam. Sepasang mata pria itu mengecil. “Papa tidak yakin itu akan cukup untuk mengembalikan kondisi seperti semula. Papa rasa tidak ada salahnya kita membuat berita jika kakekmu sudah sadar, tapi, masih harus berada di rumah sakit. Anggap saja sebagai doa. Akan banyak orang yang mengaminkan doa tersebut. Bukankah itu baik?” Mendengar kalimat panjang sang papa, Sultan mengembalikan fokus mata pada papanya. Mengabaikan sementara waktu pesan yang baru saja masuk dari asisten pribadinya. Dia akan membacanya nanti. Sultan menata

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD