‘Tut! Tut! Tut!’ Dan Mariana benar-benar langsung memutus sambungan mereka. Membuat Sultan mendesah. Pria itu menurunkan ponsel. Kembali berjalan mondar-mandir sambil mengetuk-ketukkan ponsel ke telapak tangan. Berulang kali pria itu menghentak hembusan napasnya. Menunggu tidak sabar kabar dari Mariana. Dan entah apa yang terjadi, Mariana baru menghubunginya setelah sepuluh menit membuatnya gusar. “Bagaimana?” tanya Sultan langsung, begitu ponsel menempel di telinganya. “Aman, Bang. Meski aku kena omel mama karena membangunkan mereka, tapi paling tidak sekarang aku tenang. Mereka baik-baik saja. Firasat buruk Abang bukan buat keluarga kita.” “Mungkin firasat buat orang lain yang Abang kenal baik. Mungkin saja … um … Nabila? Yang aku dengar dia sedang dirawat di rumah sakit. Mungkin ko

