Sesa mengerjap. Napasnya tertahan. Apa dia baru saja ditolak untuk yang kedua kalinya? Di hari pertama pertemuan mereka? Ini … gila. “Karena dia bukan masa laluku. Dia masa depanku.” **** “Bagaimana, Dok? Apa bukaannya sudah sempurna?” tanya Regina mewakili rasa ingin tahu Sumi yang tidak bisa berbahasa Inggris. Wanita tua itu setia duduk di sebelah putrinya yang terbaring di atas ranjang. Sesekali mengusap keringat yang membasahi wajah sang putri. Sudah lebih dari delapan jam mereka berada di rumah sakit. Kansa juga sudah terus menerus berjalan supaya bisa mempercepat proses pembukaan. Kontraksi yang dirasakan oleh Kansa sudah jauh lebih sering dan lama. Kansa membelah sepasang bibirnya. Memasukkan oksigen dan mengeluarkan karbondioksida dari tempat tersebut. Setiap kali merasakan ko

