Bab 54.-2

799 Words

Sampai kemudian lift berhenti di lantai satu. Tak lama pintu terbuka, Adam melangkah keluar diikuti Niken yang masih bertahan memeluk tubuh sang teman. Ia semakin khawatir merasakan telapak tangan dingin Kansa. “Kita ke rumah sakit,” kata Adam setelah mereka bertiga keluar dari dalam lift. “Tidak. Tolong antar aku ke rumah ibu.” Kansa menolak. “Tapi kondisimu itu—” “Aku harus melihat ibuku. Ibuku … dalam bahaya.” “Apa?” Adam menoleh tanpa menghentikan ayunan kakinya. “Mereka menyekap ibuku. Tolong, Adam,” pinta Kansa dengan wajah penuh air mata. Membuat sepasang mata Adam membesar. “Apa tidak sebaiknya kita minta bantuan polisi?” tanya Niken yang mulai cemas memikirkan apa yang sebenarnya terjadi pada Kansa dan ibunya. “Tidak ada waktu, Niken. Lapor polisi hanya akan membuat kita t

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD