Kansa menelan ludah susah payah mendengar pertanyaan sang pakde. Gadis itu diam tidak menjawab. Dia tidak bisa mengatakan apapun. Saat ini dia masih harus berhati-hati. Dia khawatir jika salah langkah justru akan semakin membahayakan ibunya, dan juga pakdenya. “Benar begitu, Kansa? Orang jahat itu sempat mengatakan temannya sudah menangkap kamu. Makanya ibu takut setengah mati. Ponsel ibu hilang. Ibu tidak bisa menghubungimu, atau suamimu,” cerita Sumi. “Alhamdulillah Allah masih melindungi Kansa, Bu. Kansa bisa melarikan diri.” “Ya Allah … siapa orang-orang jahat itu? Apa salah kita? Mungkin mereka memang berniat meminta tebusan pada suamimu.” Kansa tidak menyahut. “Kamu sudah menghubungi suamimu?” tanya Sumi yang membuat Kansa mengerjap. “Kansa,” panggil Sumi lantaran sang putri tid

