"Jangan bicara sembarangan. Kalau ada yang mendengarmu, bisa-bisa kita dilempar ke balik jeruji besi, bahkan sebelum kita melakukan apapun." Adam mengingatkan sang teman. Pria itu melebarkan ayunan kaki, berjalan mendahului Niken yang masih mengomel. **** Sultan mengemudikan kendaraan roda empatnya sambil memperhatikan taksi online yang melaju tak jauh di depannya. Berkali-kali pria itu menarik napas panjang. Pria itu meremas benda bundar di depannya kuat-kuat. Ia marah pada dirinya sendiri karena tidak bisa melakukan apapun untuk membebaskan Ahmad dari tuduhan. Sultan tidak tahu akan seperti apa hubungannya dengan Kansa setelah ini. Sekarang saja hubungan mereka sudah dingin, apalagi setelah putusan hukum dibacakan. “Argghh …. Brengs*k kamu, Nabila!” **** Nabila mengusap telinga yang

