“Bu,” panggil Kansa membuat Sumi mengedip sebelum mengangkat kepala. “Ayo, sarapan. Suamimu mana?” Kansa tidak bisa menjawab. Kemarin sore dia tahu Sultan pergi, dan pagi tadi pria itu tidak terlihat di kamar. Itu artinya Sultan tidak pulang semalaman. “Bu, Kansa harus berangkat sekarang. Hari ini sidang skripsi. Doakan lancar ya, bu?” Kansa membungkuk. Mengambil tangan kanan Sumi lalu mencium punggung tangan wanita tua tersebut. “Makan dulu.” “Nanti saja di kantin setelah selesai sidang. Takut terlambat.” Kansa menatap sang ibu. “Aku pergi dulu. Ibu makan,” pinta Kansa sebelum mencium punggung tangan sang ibu sekali lagi. Melepas tangan ibunya, Kansa mengucap salam. “Assalamu’alaikum.” “Wa’alaikum salam.” Sumi beranjak dari tempat duduknya. “Ibu di sini saja. Sarapan. Tidak usah me

