“Ibunya sudah tidak lagi bekerja menjadi pembantu. Jadi, Papa dan mama juga harus berhenti memanggilnya anak pembantu,” balas Sultan membela sang istri. “Sudahlah. Meskipun sudah berhenti sekarang, tidak bisa membuang kenyataan jika dia sudah puluhan tahun menjadi pembantu. Sekarang kamu harus pulang, sebelum ada pencari berita yang melihat kalian. Ini perintah, Sultan. Pulang sekarang. Papa dan mama masih berusaha melindungi posisimu. Jangan sampai kakekmu berubah pikiran dan menyingkirkanmu dari posisi calon penggantinya.” “Aku tahu apa yang kulakukan. Kalian tidak perlu terus menerus mengingatkanku soal saham, soal posisi di perusahaan Atmadja. Aku sangat paham. Aku bukan anak kecil lagi, Pa. Aku bisa membuat keputusan untuk hidupku sendiri. Selamat malam.” Sultan langsung menurunkan

