“Kok curiga?” tanya Kansa yang mulai kesal lantaran Sultan tidak percaya padanya. Malahan membawa-bawa Adam yang tidak tahu apa-apa. “Bagimana aku tidak curiga? Aku tahu anak laki-laki itu menyukaimu. Dia pasti berusaha mendekatimu, kan? Dan Kamu juga terus-terusan membelanya. Sepertinya kamu juga punya perasaan padanya.” Mulut Kansa setengah terbuka mendengar kalimat-kalimat yang lolos dari mulut Sultan. Kenapa Sultan jadi marah? Seperti suami yang sedang cemburu pada istrinya saja. Kansa menahan dengkusan. “Benar, kan? Dia masih berusaha mendekatimu, kan? Jangan bohong, Kansa. Dan kamu tidak melarangnya. Kamu lupa kalau kamu sudah punya suami.” “Benar, kan? Kenapa diam? Kamu membiarkannya mendekatimu, kan?" “Kamu tidak akan percaya sekalipun aku bilang tidak. Iya, kan?” Kansa menghe

