Keluar dari dalam mobil, Sultan menggerakkan kepala ke kanan kiri menyerupai patahan. Lehernya terasa tegang. Pria itu memutar langkah lalu berjalan menghampiri sopir yang sudah mengeluarkan koper miliknya. Pria yang bekerja sebagai sopir di rumah Sultan itu memberikan koper pada sang pemilik, lalu berpamitan. “Saya permisi, Pak.” “Tunggu.” Langkah sang sopir yang sudah hendak berputar itu urung bergerak. “Ya, Pak.” “Isitriku bilang dia mau menjenguk pakdenya di lapas. Antarkan dia. Tunggu sampai dia selesai. Jangan biarkan dia pergi sendiri.” “Baik, Pak.” Sopir itu mengangguk sanggup. “Saya permisi.” Sultan memperhatikan pergerakan sang sopir sampai akhirnya pria itu masuk ke dalam mobil. Setelahnya Sultan memutar langkah. Kedua kaki pria itu bergerak terayun ke arah pintu masuk ban

