**** “Adam! Adam!” Langkah kaki Adam berhenti. Pemuda itu memutar tubuh sambil membenahi tas ransel yang hanya tersampir di satu bahunya. Alis pemuda itu terangkat begitu melihat siapa yang baru saja memanggilnya. Garis bibir Adam tertarik membentuk lengkungan ke atas. “Pak Sultan.” Sekali lagi Adam tersenyum. Kepala pemuda itu bergerak turun, memberi hormat pada orang yang sedang berjalan ke arahnya sambil mengangkat koper. “Wah, kita ketemu di sini.” Adam memperhatikan koper yang dibawa oleh Sultan. Melihat stiker pada koper tersebut, Adam bertanya. “Dari mana nih, Pak? Perjalanan bisnis, ya?” tebak Adam melihat Sultan hanya sendirian. Tidak ada sang istri yang menemani sang pengusaha. “Iya.” Sultan menjawab. “Kamu sendiri dari mana?" “Dari Singapura. Liburan sebentar.” “Sendiria

