Bab 20.-2

751 Words

Sok naif. Sok tidak punya dosa. Disuruh melayani suami sendiri tidak mau, tapi memilih melayani pria lain. Dasar b*****t. Sultan menatap marah Kansa. Suara ponsel membuat Sultan releks melangkah menjauh sambil mengeluarkan benda yang masih meraung tersebut. “Siapa lagi,” gumam Sultan sebelum beberapa detik kemudian menerima panggilan tersebut. “Halo.” “Maaf, Pak. Apakah saya perlu meng cancel janji temu Bapak dengan Mr. Robert?” Sekretaris Sultan bicara dengan suara pelan. Khawatir orang yang dihubungi akan marah, mendengar nada suara atasannya itu meninggi saat menerima panggilan darinya. “Mr Robert?” “Iya. Bapak ada janji temu dengannya siang ini.” “Astaga, aku lupa. Baiklah—” Sultan tidak menyelesaikan kalimatnya. Pria itu menggeram mengingat Kansa. “Indah, hubungi Mr Robert sekar

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD