Bab 29.-3

506 Words

“Oh, ya?” Yang merespon justru Sultan. Pria itu menarik punggung ke belakang hingga menyandar. Satu alisnya terangkat, sementara tatapan matanya tertuju pada Niken. Sultan tersenyum melihat kepala Niken mengangguk sebelum gadis itu menoleh ke sampingnya. Menatap Adam yang sedang menatap Kansa. “Kansa memang punya pesona luar biasa. Bukankah begitu, Adam? Benar kan, namamu Adam?” Adam mengalihkan fokus mata dari Kansa kepada Sultan. Dengan jujur pria itu mengangguk menjawab pertanyaan Sultan. “Zaman sekarang, laki-laki yang waras akan memilih perempuan seperti Kansa. Bukan perempuan yang biasa glamor, yang bangga dengan pergaulan bebas. Harga diri seorang pria itu terletak pada kesucian istrinya.” “Benar. Saya setuju. Saya juga tidak menyukai perempuan yang dengan mudah memeluk laki-lak

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD