Sementara itu Lia yang baru saja masuk ke dalam mobil mewah itu, tersenyum pada Toriq yang memang sore itu menjemputnya. "Mobil baru?' ucapnya tertawa kecil, menyadari jika mobil yang dibawa oleh Toriq bukan mobil yang biasa dikendarai oleh suaminya itu. Toriq tertawa. "Kebetulan temanku dari Auseey sedang mampir dan dia memintaku untuk mengambilkan mobil ini dari kantor pajak!" katanya sambil menepuk kemudi. Lia mengangkat alisnya. "Kantor pajak? Tertahan di sana?" ujarnya tak mengerti. Toriq menghela napas panjang seraya mengangkat bahu. "Entahlah, tapi sepertinya begitu. Entah berapa yang dia keluarkan untuk bisa mengeluarkan mobil ini dari sana!" katanya, "aku hanya bertugas sebagai sopir sementara saja!" tambahnya seraya menjawil dagu Lia. Lia pun terkekeh. "Kita sendiri tid

