Sedang Sukma dan Zivaa terdiam, terdengar suara bel di depan pintu rumah mereka berbunyi. "Biar Ibu yang lihat!" ucap Sukma seraya menyentuh bahu Zivaa. Zivaa mengangguk kemudian beralih pada Arsy yang baru saja selesai makan. Tapi tak sampai beberapa detik kemudian terdengar Sukma memanggilnya. "Zivaa, tolong kemari!" seru Sukma dari ruangan depan. Zivaa pun mengerutkan kening, dia lalu menggendong Arsy dan membawanya ke sana. "Ada apa, Bu?" tanya Zivaa, tapi lalu keningnya berkerut ketika melihat beberapa kardus mainan berbagai macam warna bertumpuk di depan pintu, disertai ada seorang petugas pengirim paket menunggu di sana. "Boleh saya foto untuk konfirmasi penerimaan barang?" tanya kurir itu seraya mengarahkan ponselnya pada Zivaa. Namun Zivaa cepat mengangkat tangannya dan me

