Semua orang terdiam dalam suasana haru mendengar cerita Shaka, begitu juga dengan Zivaa. Dia menoleh pada Sukma yang mana ibunya itu pun tampak sudah berlinang air mata, dia tersenyum lembut pada Zivaa. Fasya dan Aqlan maju ke hadapan Zivaa, mereka tertunduk dalam. "Kami juga ingin meminta maaf atas semua sikap buruk kami selama ini, terlepas dari dari usia kita yang hampir sama, tapi mulai saat ini kamu adalah sosok ibu bagi kami, Mbak!" ucap Aqlan. "Maaf kalau aku masih panggil dengan sebutan 'Mbak' bukan karena tidak menghormati tapi kamu memang masih pantas di panggil 'Mbak' dari pada 'Ibu-ibu', tambahnya bercanda yang langsung di hadiah jitakan di kepalanya dari fasya. "Ya, Aqlan benar. Mungkin kami akan canggung jika memanggilmu dengan sebutan Mama, tapi perlu kamu tahu jika kami
Download by scanning the QR code to get countless free stories and daily updated books


