9 • Marah untuk Pertama Kalinya

1386 Words

Langit mulai menggelap saat Arcelia membuka pintu kamar suite tempat mereka akan menginap malam itu. Kamar yang sama—lantai tertinggi Hotel Stratera, namun kini tak lagi digunakan untuk persiapan pernikahan, melainkan... kenyataan setelahnya. Ia melangkah masuk perlahan, suara haknya terdengar pelan di atas marmer. Lampu kamar menyala hangat. Kelopak bunga mawar putih tersebar di atas tempat tidur king-size, lilin aromaterapi menyala di pojok ruangan, memancarkan aroma lembut lavender dan sandalwood. “Well, hari yang konyol, berakhir juga,” gumam Arcelia pelan. Ia berjalan masuk, meletakkan bouquet bunganya di meja samping, lalu menghela napas panjang. Tak lama kemudian, pintu tertutup di belakangnya. Dante masuk. Menyampirkan jas hitamnya ke sofa. Kancing kemejanya dibuka satu. Dasinya

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD