26 • Pulang Secara Diam-diam

1728 Words

Malam itu, apartemen Arcelia sunyi seperti biasa. Tapi untuk pertama kalinya dalam beberapa minggu terakhir, kesunyian itu terasa... menenangkan. Bukan karena hatinya tak lagi riuh—justru sebaliknya. Tapi kali ini, ia tak lagi melawan keributan itu. Ia memilih menerimanya. Di meja makan, sebuah koper hitam kecil berdiri tegak, setengah terbuka. Di sebelahnya, lembaran-lembaran dokumen penting, dan ponsel pribadi miliknya yang selama ini jarang digunakan, tergeletak rapi. Ia sudah mengatur semuanya. Penerbangan dini hari dari Jakarta menuju Istana Agnibrata sudah ia pesan, dengan nama lengkap. Tidak seperti yang biasa ia gunakan dalam perjalanan—pengalaman menyelinap keluar dari istana dengan sangat lihai. Tidak ada satu pun rekan kerjanya di Lumira & Co. yang tahu. Ia sengaja tidak memb

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD